Siang itu matahari mulai tak menampakkan sinarnya, karena malu dengan awan pekat yang mulai terlihat, namun hal itu tak mengurungkan niat kami untuk berangkat ke pacitan, siang itu pukul 14.30 kami bertiga berangakat dari jogja menggunakan motor, 3 orang, 3 motor, dan tidak lupa 3 helm nempel dikepala kami.
kami bertiga menempuh rute perjalanan yang tak biasa, dikarenakan semuanya belum tau jalan menuju ke pacitan, bermula dari bertanya-tanya dengan orang dipinggir jalan, mulai dari perjalanan menahlukkan bukit wonosari yang terkenal dengan jalan terjalnya dan perjalanan masih berlanjut mesikupun terhalang hujan lebat dikota wonosari, setelah itu hujan mulai reda ketika kami mulai memasuki wonogiri, lagi-lagi kami masih bingung ketika mendapati jalan bercabang dan mengharuskan kami untuk bertanya, "pak kalo ke pacitan lewat mana?", kalimat itu mungkin udah belasan kali dilontarkan selama mendapati jalan bercabang, sebelum memasuki pacitan kita terhlang jalanan yang penuh dengan tanjakan-tanjakan yang tinggi dan turunan yang curam, dan sempat motor kawan saya selip ketika mendapati turunan yang sangat curam, akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lebih kita disambut oleh tugu Selamat Datang Kabupaten pacitan, akhirnya hati pun sedikit lega, namun perjalanan tidak hanya terhenti disitu karena kami harus mencari penginapan yaitu rumah teman biar ngirit ga nyewa hotel dan dapat jatah makan gratis haha.
setelah sampai dirumah bang Rolland, kita bertiga, eh sekarang berempat dengan bang rolland istirahat sejenak dan bersih-bersih gara-gara sempat kehujanan diperjalanan, tak lama kemudian makanan sudah siap, yummy enak ni. sambil makan kita nyusun rencana besok mau nglanjutin kemana aja, akhirnya kita berempat sepakat pagi-pagi berangkat ke pantai watu karung dan dilanjutkan ke pantai srau yang terkenal dengan pasir putihnya.
setelah sampai dirumah bang Rolland, kita bertiga, eh sekarang berempat dengan bang rolland istirahat sejenak dan bersih-bersih gara-gara sempat kehujanan diperjalanan, tak lama kemudian makanan sudah siap, yummy enak ni. sambil makan kita nyusun rencana besok mau nglanjutin kemana aja, akhirnya kita berempat sepakat pagi-pagi berangkat ke pantai watu karung dan dilanjutkan ke pantai srau yang terkenal dengan pasir putihnya.
perjalanan menuju ke pantai watu karung, untuk perjalanan kali ini kami tidak perlu repot-repot bertanya lagi karena sudah ada tour guidenya (bang roland), kali ini kami hanya menggunakan 2 motor biar ngirit dan ga capek, duel megapro saya dan sorpio punya bang roland melibas jalanan terjal menuju pantai hanya dalam waktu 30 menitan akhirnya mata telah dimanjakan oleh pasir putih yang luas dan birunya air dipantai watu karung, pantai ini terletak di desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku dsini adalah pusatnya para nelayan mencari ikan yang masih menggunakan perahu sederhana. dipantai ini juga terdapat bukit yang berada ditepi pantai yang membuat pantai ini berbeda dengan yang lain.
setelah puas bermain-main di pantai watu karung, kami langsung bergegas menuju ke pantai srau, pantai ini terletak didesa candi kecamatan pringkuku, pantai ini sangat khas dengan banyaknya pohon kelapa yang tumbuh diarea pantai ini, perjalanan menuju pantai tak terasa jauh karena termanjakan oleh pemandangan alam yang masih alami dan jauh dari kebisingan. sembari menikmati makanan ringan yang kami bawa hempasan angin sepoy-sepoy disiang itu membuat kami betah menghabiskan waktu disitu, setelah cukup puas menikmati alam pantai srau dengan mendaki bukit yang berada disamping pantai kami pun segera bergegas menuju ke tempat lain, berhubung perut sudah mulai kencot, akhirnya kami putuskan untuk mencoba kuliner khas pacitan yaitu nasi tiwul yang tak jauh dari pantai teleng ria, sembari makan nasi tiwul yang disajikan dengan berbagai macam sayuran dan ikan laut sebagai lauknya kita juga bisa menikamati keindahan pantai teleng ria di warung ini dengan jelas karena letaknya diatas bukit.
jalan kita masih panjang kawan, setelah urusan perut beres kita beres, kita langsung bergegas menuju ke PLTU Pacitan yang masih dalam pengerjaan, butuh waktu 3 jam untuk sampai ke area PLTU dari kota Pacitan, ternyata area PLTU yang baru dikerjakan itu dulunya adalah pantai yang sekarang disulap menjadi daratan yang masih terbayangkan oleh saya adalah butuh berapa kubik pasir untuk meratakan pantai tersebut.
bersambung... haha
jalan kita masih panjang kawan, setelah urusan perut beres kita beres, kita langsung bergegas menuju ke PLTU Pacitan yang masih dalam pengerjaan, butuh waktu 3 jam untuk sampai ke area PLTU dari kota Pacitan, ternyata area PLTU yang baru dikerjakan itu dulunya adalah pantai yang sekarang disulap menjadi daratan yang masih terbayangkan oleh saya adalah butuh berapa kubik pasir untuk meratakan pantai tersebut.
bersambung... haha


